Read more at http://hasbiabhi.blogspot.com/2012/12/cara-memasang-widget-animasi-bergerak.html#gJWxWvrxscjOOePX.99
Posted by : Unknown
Rabu, 09 Desember 2015
Namaku Diah
Andriani, aku dilahirkan pada tanggal 22 maret tepatnya pada masa akhir
kepemimpinan Presiden Soeharto. Aku sangat suka traveling ,semua wisata aku
sangat suka ,terutama wisata alam .Aku tinggal di Sebuah Kota dimana orang
menjulukinya sebagai kota penghasil tembakau terbaik,ya Temanggung. Sekarang
aku duduk di bangku kelas XII Sekolah
Menengah Atas yang berlokasi di Jalan Payaman no 1 Kota Magelang .Pengalaman ?
ya pengalaman, disini aku ingin menceritakan sedikit kisah hidupku tentang
lika-liku studyku .Dulu tak menyangka awalnya sekolah di sini, MAN 1 Kota
Magelang ,setelah lulus dari Madrasah Tsanawiyah Sunan Pandanaran Yogyakarta
pada tahun 2013 silam ,aku bercita-cita ingin melanjutkan studyku di sebuah
Madrasah Aliyah yang sangat aku dambakan pada saat itu di Kota Gudeg itu
,alasanku aku ingin mengabdikan hidupku di kota tersebut. Di sanapun aku telah
dicarikan oleh seorang guruku sebuah asrama atau bahkan kos-kosan untuk aku bisa
bertahan hidup disana. Tapi takdir berkehendak lain, aku tidak mendapat ridhlo
dari saudaraku yang menyebabkan kedua orang tuaku juga tidak meridhloinya. Saat
itu aku merasa sangat terpukul, berbagai upaya pun aku coba untuk dapat
meyakinkan kedua orang tuaku jikalau aku akan baik-baik saja dan dapat mengurus
diri baik-baik. Tapi apadaya, kedua orangtuaku tetap bersikeras tidak
mengizinkan aku untuk sekolah di tempat tersebut kalau tidak diimbangi dengan
mondok di sebuah pondok pesantren. Sedangkan pada madrasah yang ingin aku
tempati ,lokasinya lumayan jauh jaraknya dengan yang namanya pondok pesantren,
kira-kira sekitar 2-3 kilometer dari madrasah. Itulah yang membuat orang tuaku
tidak mengizinkan aku untuk menuntut ilmu ditempat itu. Mengendarai motor ?
Usiaku terlalu dini untuk aku mengendarai motor di tempat yang jauh dari kata
sepi. Lagipula aku belum cukup mahir dalam mengendarai sepeda motor toh juga
belum bisa jika ingin membuat Surat Izin Mengemudi. Akhirnya aku memutuskan
untuk berkompromi dengan kakak perempuanku untuk mengantarkanku pada tanggal 02
Juli 2013 ke Yogyakarta karena aku sangat bertekat sekolah di tempat itu dan
pada tanggal itu pula ,pendaftaran penerimaan peserta didik baru dibuka.
Kakakku menyetujui akan hal itu. Malam hari sebelum hari esok, aku
mempersiapkan berkas-berkas persyaratan yang harus dibawa untuk mendaftar
sebagai calon peserta didik baru di madrasah itu. Pada saat esok tiba, aku dan
kakakku pamit kepada orangtua kami untuk pergi mendaftar sekolah. Setelah pamit
dengan orangtua kami, aku dan kakakku pergi dengan menggunakan sepeda motor.
Kakakku terlihat santai saat itu, tak ada tanda-tanda meragukan di raut
mukanya.
Pada saat
kita sampai di Jalan Payaman ,kakakku berkata kepadaku untuk mencoba mendaftar
di sebuah madrasah aliyah di daerah Payaman. Seketika aku pun tersentak, ada
perasaan buruk,aneh,khawatir,jengkel setelah mendengar kakakku mengatakan hal
tersebut. Akupun langsung diam tak berkutip sekata pun. Benar, ketika telah
sampai di depan sebuah madrasah yang begitu asing menurutku, kakakku
menghidupkan lampu arah kanan menuju pintu gerbang madrasah tesebut. Kakakku
mematikan mesin sepeda motor yang kami kendarai. Perasaanku menjadi jenkel
bercampur dongkol pada saat itu. Segala ucapan yang keluar dari mulut kakakku
serasa tak penting menurutku. Bak pepatah masuk telinga kanan, keluar telinga
kiri. Tak ada yang aku respon di dalam fikiranku. Kakakku kemudian mengajakku
masuk ke dalam madrasah itu, kemudian kamu pun langsung disambut ramah oleh
guru yang kami temui dan kakakku bertanya dimana ruang penerimaan siswa didik
baru. Aku sangat ingat sekali, pada saat itu aku mendaftar pada tanggal 02 Juli
2013, sedangkkan penutupan madrasah itu adalah tanggal 06 Juli 2013. Setelah
kami dituntun menuju ruangan PPDB (Penerimaan calon Peserta Didik Baru) ,aku
pun langsung disuruh mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan berkas-berkas
sebagai syarat menjadi calon peserta didik baru di madrasah tersebut. Setelah
selesai mengurus identitasku, aku dibawa ke ruang wawancara dimana disana
anak-anak se umuran denganku di uji kemampuan kompetensinya dan di wawancarai
bagaikan artis wkwk. Setelah itu giliranku tiba, aku dipanggil untuk duduk
disebuah kursi dan ditanyai asal sekolahnya. Ketika guru tersebut tau asal
sekolahku,beliau malah memintaku untuk bercerita tentang sekolahku dan hanya di
uji kemampuan hafalannya. Aku pun menyetujuinya dan ketika telah usai, aku pun
dinyatakan diterima sebaga calon peserta didik baru tahun 2013/2014, dan
diminta untuk mengambil seragam di ruang TU. Kakakku terlihat bahagia diatas
penderitaanku,gumamku. Setelah usai mendaftar, kakakku berkata kepadaku “kan
udah dapet seragamnya sini, mubadzir kalau semisal ndak kepakai”. Kata-kata itu
sebenarnya menagndung makna tersirat, agar aku tidak meneruskan tekadku untuk
mendaftar di sebuah madrasah aliah di Yogyakarta. Kami pun kemudian mampir ke
seorang penjahit yang kebetulan juga beliau adalah budheku sendiri. Setelah
selesai urusan kami, kami pun pamit pulang. Dalam perjalanan pulang, aku hanya
bisa terdiam meratapi takdir yang telah aku temui. Cita-cita untuk bersekolah
di sebuah madrasah aliyah di kota impian pun pupus sudah.
Saat kami
telah sampai rumah, aku pun tanpa salam sapa dengan kedua orang tua langsung
masuk kamar dan segera memberitahu guruku kalau aku tidak jadi sekolah di
Yogyakarta dan sudah terdaftar di salah satu madrasah di Kota Magelang. Guruku
sontak kaget dan bertanya-tanya kenapa bisa terjadi, akan tetapi dengan
kondisiku yang sudah lemas tak berdaya aku pun mengabaikan pertanyaan-pertanyaan
yang masuk lewat telephone genggamku. Hari demi hari aku lalui. Setelah hari
yang telah ditentukan yaitu masuk dengan identitas calon peserta didik MAN 1
Kota Magelang, aku diantar ibuku dari Temanggung sampai pintu gerbang. Saat itu
aku langsung berkenalan dengan anak-anak dari MTs.Grabag. aku bergabung dengan
mereka.
Masa-masa
MOS (Masa Orientasi Siswa) adalah masa-masa yang gila menurutku, dimana kita
dipaksa untuk mengenakan atribut-atribut yang konyol dan memalukan di tubuh
kita. Selama mengikuti Masa Orientasi Siswa aku merasa semakin tak betah. Akan
tetapi dukungan dari guruku, bahkan bisa dibilang motivatorku dulu yang membuat
aku lama kelamaan betah di madrasah ini. Semakin banyak teman yang aku kenal di
madrasah itu semakin yakin aku bisa bertahan di madrasah ini.
Ketika
pembagian kelas untuk melaksanakan KBM ,aku mendapat kelas X8 dengan wali kelas
yang bernama Ibu Farida atau anak-anak biasa memanggilnya mami (sekarang).
Disana aku merasa nyaman karena memang anak-anak yang ada di dalam kelas itu
adalah anak-anak yang baik menurutku. Pengalaman yang menurutku tak akan pernah
terlupakan pada saat aku kelas sepuluh adalah pada saat pelaksanaan hari raya
idul qurban yang berpapasan juga dengan perpisahan ppl dari Universitas Negeri
Semarang. Pada saat itu aku diajukan untuk mengikuti lomba da’i/da’iah dan
lolos seleksi. Akan tetapi pada saat tampil di atas panggung, tiba-tiba saja
pandanganku seketika putih dan setelah itu aku tak sadarkan diri sampai
berjam-jam. Sebelumnya, memang aku dari rumah sudah merasa tak enak badan
gara-gara sebelumnya lembur tugas mading untuk kelas. Pingsan di atas panggung
saat menyampaikan dakwah adalah pengalaman yang sangat memalukan menurutku. Itu
juga menjadi pengalaman pertamaku merasakan pingsan, karena sebelumnya aku
belum pernah mengalaminya.
Hari demi
hari,bulan demi bulan,tahun demi tahun kulewati. Saat itu aku menginjak di
kelas XI, aku mendapatkan kelas XI IPA 2, karena pada saat itu aku memang
sengaja memilih masuk kelas IPA. Di kelas tersebut aku mengenal tentang
pentingnya arti kebersamaan, kekompakan dan rasa solidaritas yang tinggi. Dan
di kelas itulah, aku mulai berkenalan dengan seseorang yang spesial menurutku. Selain
menjadi seseorang yang dekat denganku, dia juga menjadi motivator terdekatku setelah
kedua orang tuaku dan guruku. Dia selalu mensuport, mendengar keluh kesahku
bahkan tak jarang mengajarkanku pentingnya positive thinking karena memang
sifatkku yang berlainan.
Saat kelas
XI itu pula aku ikut berpartisipasi dalam ajang mensalurkan bakat diri, yaitu
melalui ajang kegiatan Aksioma dan KSM (Kompetensi Sains Madrasah). Dalam
bidang Aksioma, aku mensalurkan bakatku di cabang seni kaligrafi, karena memang
menjadi hobiku menggambar. Pada ajang tersebut, aku mendapat Juara II tingkat
Kota Magelang dan itu menjadi pengalaman pertamaku. Dan pada ajang KSM
(Kompetensi Sains Madrasah), aku menalurkan bakatku di bidang akademi yaitu
fisika. Awalnya aku tak yakin ,karena menurutku masih banyak anak-anak yang
lebih pintar dariku. Pada ajang KSM (Kompetensi Sains Madrasah) ini, aku
mendapat juara I tingkat Kota Magelang dan melaju di tingkat provinsi mewakili
Kota Magelang.
Masa-masa
yang menurutku banyak pengalaman dari kelas sepuluh sampai kelas dua belas ini
adalah masa-masa pada saat kelas sebelas. Pada saat aku sudah menginjak kelas
XII, semua terfokus pada Ujian Nasional, karena waktu kami di kelas XII ini
tidaklah lama, hanya beberapa bulan setelah kita naik dari kelas XI. Akan
tetapi, dengan banyaknya kegiatan-kegiatan pendalaman materi seperti les dan
terpaksa harus pulang sore. Aku sekali-kali memanfaatkan hari libur dengan
teman-teman untuk refreshing, traveling mengelilingi kota sekitar. Semua akan
terbayar ketika kita sampai di tempat tujuan dan merasakan indahnya
kebersamaan. Banyak pengalamanku mengunjungi wisata-wisata seperti Curuk Silawe
(Magelang), Curk Sekar Langit (Magelang), Grujukan Seloprojo (Magelang),
Grujukan Kembar (Magelang), Curuk Titang (Temanggung), Candi Selogriyo
(Magelang), Candi Pringapus (Magelang), Soropadan (Magelang), Gardu Pandang
(Wonosobo),Curuk Onje (Temanggung), Telaga Warna (Wonosobo), Gunung Andong
(Magelang), Gunung Prau (Wonosobo), Batu Rata (Wonosobo), Batu Pandang
(Wonosobo), Bukit Marmer(Magelang), Taman Kali Progo (Temanggung), Top Selfie Kragilan
(Magelang), Telomoyo (Magelang), Pinusan Oren (Temanggung), Air mata suci
Jumprit (Temanggung), Kebun Teh Tambi (Wonosobo), Telaga Pengilon (Wonosobo),
Kawasan Dieng Plateu (Wonosobo), Telaga Menjer (Wonosobo), Telaga Benjer
(Magelang), Kedung Kayang (Magelang), Embung Kledung (Magelang), Candi Gedong
Songo (Semarang), Kota Lama (Semarang), Kali Urang (Jogja) dan masih banyak
lagi. Walaupun kita sering melakukan traveling, tugas menjadi seorang murid
tetaplah menjadi prioritas kami, traveling tidak menggangu aktivitas belajar
kami ataupun membuat nilai-nilai kami menjadi turun. Akan tetapi traveling
membuatku menjadi sebuah cara merefreshkan otak agar kita saat menerima
pelajaran kembali menjad semangat dan tidak terlali setres. Itulah berbagai pengalamanku
semenjak aku sekolah di Madrasahku yang tercinta ini, MAN 1 Kota Magelang.
Sekarang aku menyadari bahwa sekolah dimana saja itu tak masalah, asalkan kita
ikhlas dan istiqomah dalam menjalankannya dan Allah meridhloinya,Insya Allah,
Allah akan melancarkan study kita J