Read more at http://hasbiabhi.blogspot.com/2012/12/cara-memasang-widget-animasi-bergerak.html#gJWxWvrxscjOOePX.99
Posted by : Unknown
Rabu, 02 Desember 2015
Sobat, tentu saja sejarah blog dan blogging ini tidak akan
dituliskan dengan panjang lebar, meskipun sebenarnya ada proses yang tidak bisa
dibilang singkat. Garis besar artikel ini adalah untuk memberikan gambaran
bagaimana blog dan dunia blogging bisa terbentuk. Paling tidak kita bisa tahu
apa latar belakang dan motivasi blogging pada waktu itu dan juga bisa bertanya
pada diri sendiri tentang apa sebenarnya motivasi kita untuk nge-blog.
Siapa yang pertama kali
nge-blog?
Justin Hall, seorang
siswa Swarthmore, AS, memulai blog pertamanya pada Januari 1994.
Bagaimana Proses
Terbentuknya Blog?
Proses dan liku-liku
sejarah blog adalah hal yang menarik. Istilah Blog sendiri
merupakan singkatan dari weblog, yaitu penggabungan dari kata 'web'
dan 'log'. Maknanya adalah web yang berisi informasi rentetan peristiwa
yang terus berlangsung, oleh karena itu blog selalu identik dengan kontennya
yang terus di-update.
Weblog memiliki banyak
link, baik link internal (yang biasanya berupa artikel dari bagian weblog itu
sendiri) maupun link eksternal (yang berasal dari weblog maupun website lain).
Link-link ini ditampilkan dalam sebuah list yang berdasarkan urutan
kronologis ataupun kategori. Kata Blog dipopulerkan oleh Peter Merholtz pada
bulan April atau Mei 1998. Peter Meholtz sendiri adalah founder dari Open Diary yang
merupakan diary online dari para penulis di seluruh dunia, yang kemudian juga
memiliki layanan blog. Open Diary juga memberikan kontribusi
besar dalam sejarah blog dan blogging.
Mulanya, weblog terdiri
dari beberapa komponen manual seperti halnya website pada umumnya. Dalam
perkembangannya, terdapat penambahan fitur-fitur baru yang berbeda dengan
website, misalnya artikel-artikel web yang diposting secara reverse (dari yang
paling lama hingga baru) dan kronologis, dan memungkinkan adanya thread yang
ditujukan untuk mendiskusikan suatu postingan artikel.' Publikasi artikel pun menjadi
semakin mudah dan tidak terlalu membutuhkan skill teknis.
Apa itu Blogger?
Blogger orang yang
menulis blog. Dalam bahasa aslinya, kata "blog" adalah verb (kata
kerja) dan noun (kata benda). Sehingga ketika ada seorang
blogger berkata, "I blog", itu artinya pekerjaan atau hobinya adalah menulis blog. Sesederhana itu, namun
besar makna intrinsiknya. Penggarisbawahan pada kata 'menulis' untuk
menunjukan bahwa seorang blogger adalah seorang penulis (author/writer).
Jadi, blogger bukan berarti pemilik blog saja, melainkan orang
yang aktif mengisi blog tersebut dengan karya tulisnya. Bahkan, belum tentu
seorang blogger memiliki blog, tetapi ia tetaplah blogger meskipun ia menulis
untuk blog orang lain. Sebaliknya, seseorang yang memiliki blog namun tidak
melakukan aktivitas menulis, maka ia bukanlah blogger.
MANFAAT
BLOG BAGI PELAJAR
1.Memperkaya metode belajar. Bisa
jadi guru dan mata pelajaran menyenangkan. Namun situasi di kelas, dan buku
bikin sumpek. Tentu bahwa sajian mata pelajaran dari guru serta membaca buku
itu wajib. Namun membuat resume hasil pelajaran itu mampu membuat pelajaran
tersebut lebih permanen dalam memori. Sehingga sajian mata
pelajaran+buku+menulis resume membuat metode belajar lebih efektif. Dan yang
pasti bahwa, ketika menulis resume pelajaran, tidak dilakukan dikelas. Tapi
saat online atau istirahat. Sehingga bisa memperkaya metode belajar.
2.Melatih keterampilan menulis. Menulis
adalah sebuah aktifitas intelektual, dimana gagasan-gagasan yang tersebar, bisa
disistematiskan dan berbentuk narasi. Sehingga makna bisa ditransfer dari
penulis ke pembaca. Banyak orang yang kurang terampil menulis. Hal itu
disebabkan karena tidak terbiasa menulis. Bagi blogger, menulis adalah hal yang
wajib. Tidak perlu kecerdasan tinggi untuk bisa terampil menulis. Yang
dibutuhkan hanyalah semangat dan latihan. Dengan demikian, seorang pelajar yang
nge-blog bisa mengasah keterampilannya menulis sedari dini. Bisa dibayangkan
beberapa tahun kedepan. Tentu akan semakin tajam :)
3.Internet Positif. Pelajar
sebagai remaja, penuh rasa ingin tahu dan ingin mencoba. Internet menyediakan
segalanya. Jika online untuk hal-hal tidak perlu, tentu sama saja membuang masa
muda. Bukankah masa muda tidak datang dua kali ?. Apalagi jika membuka situs
situs tertentu. Nah, menjadi blogger berarti pelajar harus berusaha mengupdate
blognya. Ia akan fokus mengelola blognya dan mencari bahan yang relevan untuk
konten blognya.
4.Media aktualisasi diri. Secara
fitrawi, manusia selalu ingin dikenal. Apalagi para remaja. Coba saja lihat,
banyak orang menulis namanya ditempat umum bahkan WC. Atau mencoret-coret
tembok. Pada dasarnya hasrat aktualisasi dirinya yang tidak tersalur. Bayangkan
kalau seseorang memperkenalkan dirinya melalui tulisannya diblog? Seorang
pelajar tidak mesti menulis namanya di tembok atau meja kelas. Cukup memberi
alamat blognya. Ia sudah mampu mengaktualisasikan dirinya bukan pada orang yang
duduk dimeja. Atau orang yang baca tulisan ditembok sambil menyumpahi. Tapi
melalui dunia maya yang luas dan positif.
5.Memperluas pergaulan. Dizaman
pra cyber, pergaulan remaja terbatas. Paling, dengan tetangga atau dekat
rumahnya. Jadi sifatnya sektoral. Sekarang, di zaman cyber pergaulan semakin
luas menembus jarak. Modelnya, lebih pada hobi. Misalnya anak motor, anak band,
anak pecinta alam dan seterusnya. Tentu blogger punya komunitas. Seorang pelajar
yang menjadi blogger, akan berpeluang besar bergaul sesama blogger senusantara.
Dengan itu ia punya lebih banyak teman dan bisa berbagi pengetahuan.
6.Penyaluran hobi. Bagi
pelajar yang suka produk teknologi, ia bisa menyalurkan hobinya dengan membaca
dan menulis tentang produk teknologi tersebut. Apakah itu software atau
hardware. Ia bisa membuat blog yang bertema sesuai hobinya.
7.Belajar mandiri. Jika
beruntung, space iklan yang terisi pada blog dapat menghasilkan rupiah atau
dollar. Tentu bisa mengurangi beban orang tua. Bayangkan, hanya duduk online di
warkop bisa menghasilkan rupiah. Tanpa harus mengambil hak orang lain, tanpa
harus mengemis dan tanpa harus bekerja keras.
- Sebagai sarana untuk menuangkan ide
pikiran ataupun kreatifitas seseorang
- Wadah untuk berbagi
dengan keluarga, sahabat yg terpisahkan oleh jarak
- Menggantikan
kelas-kelas diskusi yang selama ini selalu terbatas pada waktu dan sebuah
ruangan fisik, sehingga proses pembelajaran pun dapat diselenggarakan
dengan lebih fleksibel.
- Mengurangi angka
putus sekolah atau putus kuliah atau putus sekolah
- Meningkatkan
efisiensi
- Sebagai sarana untuk
promosi dlm rangka memasarkan produk2 yg kita tawarkan
- Meningkatkan rasa
percaya diri